Sebuah BMW M3 Coupé merah berhenti tepat di depan gerbang SMA Bina Mulia. Semua mata pun tertuju pada mobil yang tergolong mewah itu. Mereka penasaran siapa kira-kira yang berada di dalam mobil itu.
“Elo yakin nggak mau gue anterin ke dalem?” tanya Celio.
“Nggak usah. Gue bisa kok ngurus ini. Tinggal ke ruang kepala sekolah aja kata Ibu. Thanks ya, Cel.” Jawab Calla sambil membuka pintu. Setelah pintu tertutup, Celio menurunkan kaca mobilnya. “Mau gue jemput nggak entar?” tanya Celio lagi.
“Nggak usah. Lagian elo kan kuliah. Udah, pulang sana. Kapan-kapan aja elo jemput gue. See ya.” Jawab Calla sambil melangkah masuk ke dalam sekolah.
Banyak mata masih mengamatinya. Sebenarnya Calla tidak suka diamati seperti itu. Rasanya seperti binatang buruan saja. Celio juga yang terlalu mencolok. Harusnya tadi Calla tetep nekat naik bis. Akhirnya Calla memutuskan mempercepat langkahnya menuju ruang kepala sekolah yang sebenarnya ia sendiri tidak tahu dimana letaknya. Ia terus berjalan lurus ke depan. Dan akhirnya ia menemukan ruang kepala sekolah yang untung saja terletak tepat di seberang gerbang sekolah. Calla mengetuk pintunya dan segera masuk ke dalam.
Setelah berbasa-basi sedikit dan mendengarkan penjelasan dari Ibu Kepala Sekolah, Calla akhirnya diantar ke ruang kelasnya di lantai dua. Begitu Calla masuk ke dalam kelas, semua mata menatapnya dari atas sampai bawah. Serius, Calla merasa ditelanjangi dengan tatapan teman-teman sekelasnya itu. Dilihatnya ada beberapa anak yang langsung berbisik-bisik dengan teman sebangkunya. Calla menoleh ke arah Bu Airin dan beliau langsung memberi isyarat kepada Calla untuk memperkenalkan diri.
“Nama saya Anika Callasandra Ismail. Saya biasa dipanggil Calla.” Seulas senyum tipis yang sedikit dipaksakan terpatri jelas di wajah Calla.
“Kalau begitu, silahkan pilih tempat kamu.” Calla mengangguk hormat, lalu memandang berkeliling. Pilihan Calla jatuh pada seorang gadis berambut panjang sebahu yang sepertinya baik. Sepertinya ada beberapa tempat kosong lain. Tapi letaknya terlalu di belakang. Duduk di deretan belakang membuatnya tidak bisa berkonsentrasi belajar.
“Hai,” sapanya. “Boleh duduk di sini, kan?”
“Boleh. Gue Wina.”
Calla kemudian menarik kursi dan duduk. Pelajaran pertama hari ini adalah Bahasa Inggris.
***


0 comments:
Post a Comment