Bel tanda istirahat baru saja berbunyi.
“Makan yuk, Cal.” Ajak Wina.
“Ayo. Berdua aja nih?” tanya Calla.
“Nggak kok. Sama Cheri juga. Dia kelas 10-B. Entar gue kenalin deh.” Ujar Wina sambil mencari-cari dompetnya sampai tiba-tiba seorang gadis meneriaki Wina.
“WINA!!”
“Kenapa teriak-teriak sih, Cher?” semprot Wina.
“Nggak kenapa-kenapa. Pengen aja. Ini siapa?” jawab Cheri sambil menunjuk Calla.
“Kenalin, gue Calla. Lo Cheri?”
“Iya. Kok tau?”
“Tadi Wina sempet cerita soal lo.”
“Udah entar dilanjutin lagi ngobrolnya. Gue udah laper banget nih.” Potong Wina sambil menarik lengan kedua temannya.
Sesampainya di kantin, mereka bertiga duduk di salah satu meja bundar yang berada di samping lapangan basket. Calla memesan Ayam Kremes yang menurut Wina paling enak, lalu Wina memesan Sate Ayam plus Lontongnya dan Cheri yang vegetarian memilih Gado-gado sebagai menu makan siangnya kali ini.
“Bener kata lo, Win. Ini enak banget.” Ujar Calla sambil menyuap sepotong kecil Ayam Kremesnya.
“Eh, abis ini kita mau kemana? Duduk-duduk di pinggir lapangan basket aja kaya biasa?” tanya Wina. Cheri yang masih asyik menyantap gado-gadonya langsung mengangguk semangat. Karena gebetannya, Nico, pasti main basket kalo lagi jam istirahat begini.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, mereka bertiga pun segera berpindah tempat ke salah satu bangku kosong di pinggir lapangan basket. Dan benar saja, Nico dan teman-temannya sedang bermain basket.
“Itu tuh Cal, yang namanya Nico,” ujar Cheri tiba-tiba.
“Yang tinggi itu? Lumayan…” jawab Calla sambil manggut-manggut.
“Apanya yang lumayan? Mendingan juga Alan, Cher.” Ujar Wina menanggapi jawaban Calla. Mendengar jawab Wina, Cheri langsung mengacak-acak rambut Wina.
Kemudian mereka bertiga asyik bercanda, menikmati menit-menit terakhir waktu istirahat mereka. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan salah satu dari mereka dari seberang lapangan basket. Dia Raditya Hafiza Daud, murid kelas 10-C yang akrab dipanggil Fiza. Dari kejauhan, Fiza cuma bisa senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku salah satu dari tiga cewek yang asyik bercanda di seberang sana.
“Lucu,”
***


0 comments:
Post a Comment