RSS

Pages

Satu (V)

Keesokan harinya

“Eh, temen lo kemarin siapa Cal namanya?” ujar Celio tiba-tiba. Hari ini Celio mengantarnya ke sekolah lagi. Bukan Calla yang mau. Seperti biasa Celio memaksanya dengan alasan supaya cepat sampai. Padahal sih hanya lebih cepat lima menit saja dibanding Calla naik angkutan umum. Bedanya kalau berangkat bareng Celio, Calla nggak perlu berdesakan dan berangkat lebih pagi. Memang jadi lebih santai. Tapi tetap saja, Calla tidak mau merepotkan abangnya yang satu itu.

“Wina. Kenapa—”

“—ah, iya. Wina. Gue hampir lupa.”

Tanpa berpikir pun, Calla sudah tahu kenapa abangnya menanyakan teman barunya itu. “Lo mau gue ngajak dia balik bareng lagi?”

Celio hanya nyengir menanggapi pertanyaan Calla barusan. Calla bukannya tidak mau mengajak Wina pulang bareng dengannya lagi nanti sore. Tapi masalahnya adalah mereka baru kenal. Wina belum tahu sifat abangnya itu seperti apa kalau sudah ketemu cewek cantik macam Wina. “Oke. Nanti coba gue ajak dia lagi.” Calla hanya bisa pasrah kalau sudah berurusan dengan Celio. Memangnya di kampusnya Celio nggak ada cewek cantik, sampai beralih ke anak SMA? Ck. Hanya Celio sendiri yang tahu jawabannya.

“Udah nyampe nih. Jangan lupa ya..” Celio mencubit pipinya pelan.

“Iya bawel..” Calla turun dari mobil dan melambaikan tangannya singkat pada kakak laki-lakinya itu. Memang ribet berurusan sama playboy.

Calla melangkahkan kakinya perlahan di koridor kelas. Bel masuk kira-kira sepuluh menit lagi. Calla baru saja akan melewati kelas 10-C tapi seseorang menghentikan langkahnya. Sesosok pria berparas cukup tampan berdiri di hadapannya. Calla memperhatikan cowok itu. Calla belum pernah lihat sebelumnya. Cowok itu kemudian tersenyum singkat padanya sambil mengulurkan tangannya.

“Fiza.”

“Eh?” Calla yang bingung sekaligus kaget cuma bisa bengong.

“Kenalin, gue Fiza.”

“Eh, iya. Gue Calla. Ada perlu apa ya?”

“Nggak ada. Eh, udah bel nih. Yaudah, sampe ketemu nanti ya..” Fiza kamudian berjalan masuk ke dalam kelas.

Siapa sih cowok tadi? Kok aneh tiba-tiba ngajak kenalan. Well, dia memang anak baru sih di sini. Tapi belum pernah ada yang seperti itu. Calla yang masih kaget sekaligus bingung dengan kejadian barusan tidak ambil pusing dan langsung berjalan menuju kelasnya. Sesampainya di kelas, Calla mendapati Wina sedang asyik ngobrol dengan beberapa teman sekelas mereka. Calla berjalan menuju meja tempat dia duduk di sebelah Wina, menyapanya singkat dan bergabung bersama teman-teman yang lain. Beberapa saat kemudian, pelajaran pertama pun dimulai.

***

Kantin SMA Bina Mulia

Seperti biasa, Calla, Wina, dan Cheri menghabiskan waktu istirahat mereka di kantin sekolah sebelum berpindah duduk-duduk di samping lapangan basket. Menu makan siangnya kali ini adalah ketoprak. Sedangkan Wina dan Cheri kompak memesan mi ayam sebagai menu makan siang mereka.

“Oiya, Win, lo kenal Fiza nggak?”

Wina yang sedang asyik menyeruput mi ayamnya cuma menggeleng. Begitu pun Cheri.

“Memangnya kenapa?”

Calla memberikan isyarat tunggu pada Wina sambil menyeruput es teh manisnya. “Tadi pagi, gue dicegat sama yang namanya Fiza itu. Awalnya gue bingung kenapa dia tiba-tiba berhenti di depan gue. Terus dia ngenalin diri ke gue, abis itu dia pergi. Aneh kan?”

“Wah, Cal. Baru juga lo sekolah dua hari di sini udah punya fans.”

“Jangan ngaco ah, Cher.”

“Yaudah, daripada lo penasaran, kita cari tahu aja. Gimana?”

“Nggak usah deh.” Calla tidak ingin tahu lebih jauh soal cowok yang baru dikenalnya tadi walaupun sejujurnya dia lumayan penasaran dengan sosok itu. Calla belum pernah melihatnya dimanapun. Tadi pagi itu benar-benar pertama kalinya. Mungkin nanti Calla akan cari tahu sendiri.


***

0 comments:

Post a Comment